Ingat tak almari kayu yang kakmOn janji satu waktu dulu? Ingat lagi, kan?
Almari kayu ni sebenarnya warna coklat gelap. Reyma meninggalkannya padaku setahun yang lalu. Almari tua ini kalau aku tidak mempertahankannya, pasti sudah lama menjadi abu. Aku berkeras menyuruh bang Mat membaikpulih. Tapi bang Mat sudah 'patah hati' bila melihat lantai dan kaki almari itu sudah reput.
Kerna terlalu sayang akan ukiran ala-ala cokmar yang terdapat di kiri-kanan bingkai almari itu, aku terus 'mengusut' bang Mat menukar saja bahagian tulang dan kaki almari yang telah reput itu. Tapi bang Mat tetap menolak. Katanya, "Buang karan saja. Mengasuh anai-anai ada pulang tu.." (~,~)
Tiga bulan..
Empat bulan..
Lima bulan..
Almari kayu yang berusia hampir empat dekad itu masih 'sangsang-sangsang' disudut patio.
Hinggalah satu oktober yang sepi, bang Mat kerja out-station, lalu penyakit amai pun datang menjengah...
Aku memberus meja makan lama kami dengan kertas pasir dan mencatkannya warna putih polos. Dan kursi-kursi nya juga aku berus menjadi putih semuanya.
Dan...
Persepsi bang Mat pada Almari tua itu pun mula berubah...
Dengan ide cemerlang, bang Mat menukarkan kaki almari itu dengan bekas pagar tangga kayu yang sudah lama terbiar di bangsal belakang. Tulang lantai yang reput itu pula digantikan dengan tulang frem kayu Nyatoh(lebihan skirting lantai rumah kami). Dan handlenya bekas almari yang sudah lupus(almari soft-board).
Lihat, inilah hasilnya..

Renda chrochet ini hasil jari mak mertua, menambahserikan almari kayu antik ini...
Koleksi set teh comel ini macam sekata saja dengan almari ini..
Dan selepas itu... bang Mat semakin teruja... Kursi kayu yang ingin dibuangnya dulu ini pun sudah bertukar wajah.
Dan lihat lantai patio di bawah ini...
Ajaib bukan??? Hingga satu saat, mak mertua(mama bang Mat) menegur ku, sungguh pandai bang Mat 'bertukang'. Rahangku jatuh keperut.
Awwwwww (@_@)
Awwwwww (@_@)
Salam Hari Wanita sedunia..





































